Bagi yang belum familiar, "MettaHaram" adalah plesetan jenaka (atau tragis) dari istilah Metta (berasal dari kata Metta Meditation atau cinta kasih dalam Buddhisme) yang digabung dengan kata "Haram" ala anak Jaksel. Sederhananya, ini adalah fase di mana seseorang mencari koneksi emosional yang hangat, penuh perhatian, dan deep talk di tengah hiruk pikuk ibu kota, tapi sayangnya memilih lokasi yang salah: pusat hiburan malam, club, atau party scene.
Dan jika Anda adalah pelaku utama dari drama Awalnya Romantis MettaHaram Berujung Party , terimalah identitas Anda. Jangan sakit hati kalau hubungan anda kandas. Karena di Jakarta, di era INDO18, tidak ada yang lebih iconic selain bangun pagi dengan riasan luntur dan status single kembali. Jangan sakit hati kalau hubungan anda kandas
Alhasil, yang awalnya diharapkan menjadi momen candle light dinner dan pegangan tangan sambil nonton film indie, malah berakhir dengan confetti, bass yang menggelegar, dan pagi hari yang diliputi rasa bersalah. Label "INDO18" di sini menandakan bahwa cerita ini
Label "INDO18" di sini menandakan bahwa cerita ini eksplisit, jujur, dan tanpa sensor. Kita tidak akan memojokkan anak muda yang pulang jam 6 pagi. Tapi kita juga harus mengingatkan bahwa Penutup: Apakah Ada Jalan Keluar? Untuk para korban siklus ini, nasihatnya sederhana: Saring sebelum memilih. Jika gebetan Anda bilang "Saya anti party," tanyakan dengan tatapan mata tajam, "Beneran anti, atau anti kalau ga ada acara?" Untuk para korban siklus ini
Generasi sekarang tidak lagi menginginkan linearitas. Mereka ingin plot twist di setiap malam minggunya. Romantis itu membosankan jika tidak diselingi kekacauan. Party itu hampa jika tidak diawali dengan harapan manis.