Sma: Contoh Soal Olimpiade Sejarah
A. Indonesia menjadi anggota SEATO yang pro-Barat. B. Indonesia keluar dari PBB dan mendirikan Poros Jakarta-Phnom Penh-Hanoi. C. Indonesia menjadi pemimpin Gerakan Non-Blok sekaligus melakukan konfrontasi dengan Malaysia (yang didukung Barat). D. Indonesia secara terbuka menjadi negara komunis seperti Kuba. E. Indonesia memutuskan hubungan diplomatik dengan semua negara kapitalis.
Kapak corong adalah ciri masa perundagian. Tidak semua kapak corong untuk pertanian; banyak ditemukan sebagai bekal kubur atau benda pusaka, mengindikasikan fungsi sosial/ritual. Jawaban: B. Babak 2: Kerajaan Hindu-Buddha (Sriwijaya, Majapahit, Mataram Kuno) Soal 3 (Sumber Primer) "…Inilah tanda mulianya bagi Wisnuwarddhana sebagai rakryan di i Hino yang memerintah di Kadiri. Beliau mengeluarkan prasasti tentang sima di Desa Kembang Arum…" (Kutipan Prasasti Mula Malurung, 1255 M) contoh soal olimpiade sejarah sma
A. Perjanjian Linggarjati B. Resolusi Jihad (fatwa 22 Oktober 1945) C. Peristiwa Madiun 1948 D. Konferensi Meja Bundar E. Pemilu 1955 Indonesia keluar dari PBB dan mendirikan Poros Jakarta-Phnom
A. Raja memiliki kekuasaan absolut tanpa pembagian wilayah. B. Rakryan di Hino adalah jabatan setingkat perdana menteri. C. Singhasari sudah menggunakan sistem desentralisasi fiskal. D. Prasasti hanya dikeluarkan oleh raja secara langsung. E. Desa Kembang Arum menjadi pusat pemerintahan. menuntut kemampuan analisis
A. SI menggunakan pendekatan kooperatif, IP non-kooperatif. B. SI berbasis agama, IP berbasis nasionalisme sekuler dan lintas etnis. C. SI bergerak di bidang ekonomi, IP di bidang pendidikan. D. SI didukung petani, IP didukung bangsawan. E. SI berpusat di Surabaya, IP di Bandung.
Dengan wilayah yang semakin sempit, pemerintah Indonesia melaksanakan Agresi Militer Belanda II, lalu merespons dengan membentuk PDRI di Sumatera dan perang gerilya di bawah kepemimpinan Jenderal Soedirman. Jawaban: B.
Bagi siswa SMA di Indonesia, mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Sejarah adalah sebuah pencapaian tersendiri. Berbeda dengan ujian sejarah biasa yang mengandalkan hafalan, menuntut kemampuan analisis, sintesis, historiografi, dan pemahaman konseptual yang mendalam. Soal-soalnya seringkali bersumber dari berbagai perspektif, melibatkan teks-teks asli, data arkeologis, hingga peta-peta kuno.